|
Kompetensi Lulusan Program S1-Matematika
Departemen Matematika FMIPA USU
Pendahuluan
Kompetensi Lulusan Program S1-Matematika, Departemen Matematika FMIPA USU mengacu kepada kompetensi lulusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, yang direkomendasikan oleh Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS).
Ruang Lingkup
Dari sudut keilmuan, matematika merupakan bidang ilmu yang luas dan terus bertumbuh sejak jaman Yunani Kuno hingga saat ini. Secara umum matematika tumbuh sebagai abstraksi dari berbagai fenomena nyata, yang kemudian disertai dengan pernalaran yang ketat dan terstruktur rapi, dan senantiasa menganut pola kerja yang runtut dan sistematis. Beberapa cabang utamanya adalah aljabar, analisis, geometri, matematika terapan, matematika diskrit, dan statistika.
Tiap cabang mempunyai anak cabang yang tumbuh sebagai sub-bidang dengan peminatnya masing-masing. Subbidang yang tumbuh dalam aljabar misalnya aljabar linear dan teori modul; dalam analisis misalnya analisis Fourier dan analisis fungsional; dalam geometri misalnya geometri transformasi dan geometri diferensial; dalam matematika terapan misalnya teori kontrol, riset operasi, matematika keuangan dan matematika fisika; dalam matematika diskrit misalnya teori graf dan kombinatorika, dan dalam statistika misalnya teori peluang dan statistika matematika. Bidang ilmu lain yang cenderung bersifat analisis kuantitatif pada umumnya mengandalkan pemodelan matematika, yang didukung oleh cabang-cabang matematika di atas.
Dalam menyelesaikan suatu masalah nyata yang muncul dalam bidang lain, pada dasarnya seorang matematikawan dengan daya matematikanya akan melakukan langkah-langkah pemodelan matematika: merumuskan masalah nyata tersebut menjadi masalah matematika atau model matematika, menyelesaikan masalah matematika tersebut, menafsirkan penyelesaian matematis ke masalah nyata semula, dan melakukan evaluasi (yang meliputi diagnosa dan terapi) terhadap data/informasi yang dimiliki. Bila model yang digunakan belum memadai, keseluruhan proses di atas diulang kembali dengan perbaikan seperlunya sesuai hasil diagnosa.
Dalam menyelesaikan masalah matematika, kemampuan bernalar, membuat kaitan, dan berkomunikasi juga diperlukan. Selain itu, bantuan teknologi (seperti komputer dan piranti lunak) kerap dibutuhkan dan digunakan, khususnya bila masalah tersebut mempunyai tingkat kerumitan yang tinggi. Oleh karena itu dunia matematika terkait erat dengan dunia komputer dan di banyak tempat cabang ilmu komputer dikembangkan bersama-sama dengan cabang matematika terkait (khususnya matematika diskrit) di departemen matematika. Dalam dunia teknologi digital, peran dan kontribusi matematika, ilmu komputer, dan elektronika sulit dipisahkan.
Standar Kompetensi Lulusan program studi S1 Matematika terbagi atas kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya. Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002, kompetensi utama adalah kemampuan seseorang untuk menampilkan kinerja yang memadai pada suatu kondisi pekerjaan yang memuaskan. Sementara itu kompetensi pendukung adalah kemampuan seseorang yang dapat mendukung kompetensi utama, dan kompetensi lain adalah kemampuan seseorang yang berbeda dengan kompetensi utama dan pendukung, namun membantu meningkatkan kualitas hidup.
Kompetensi
A. Pengetahuan dan Pemahaman (Knowledge and Understanding)
1. Menguasai konsep-konsep dasar matematika dalam bidang: analisis, aljabar, geometri, pemodelan, statistika, kombinatorik dan aplikasinya .
2. Menguasai salah satu bidang tersebut pada butir 1 secara mendalam.
3. Menguasai sedikitnya satu bahasa pemrograman (misalnya Pascal, C++).
4. Menguasai sedikitnya satu piranti lunak matematika (misalnya Mathematica, Maple, MATLAB).
5. Menguasai pengetahuan pendukung, khususnya sains dasar, bahasa Indonesia (dengan penekanan pada tata tulis karya ilmiah), bahasa Inggris dan mata kuliah pengembangan kepribadian.
6. Menguasai salah satu aplikasi pengolah kata (word processor).
B. Ketrampilan Intelektual (Intellectual Skill)
1. Memiliki keterampilan teknis matematika seperti melakukan operasi aljabar, menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan, serta menghitung peluang.
2. Memiliki kemampuan penalaran analitis dan kritis, termasuk kemampuan berfikir deduktif dan induktif.
3. Memiliki kemampuan pemecahan masalah, yang mencakup kemampuan mengenali masalah, merumuskan masalah, memodifikasi masalah, menyelesaikan masalah, mengevaluasi seluruh proses pemecahan masalah serta menginterpretasikan solusinya (termasuk pemodelan matematika).
4. Memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan suatu gagasan matematika baik secara lisan maupun tulisan.
5. Memiliki kemampuan untuk membuat kaitan baik antar topik dalam matematika maupun antara matematika dengan bidang ilmu lainnya.
6. Memiliki pengalaman dalam melaksanakan suatu tugas/ projek (termasuk mempelajari atau mengembangkan sesuatu yang relatif baru), baik secara mandiri maupun dalam kelompok, serta membuat dan menyajikan laporannya, baik secara lisan maupun tulisan.
C. Ketrampilan Praktis (Practical Skill)
1. Memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi komputer dalam pemecahan masalah dan atau pemahaman konsep matematika.
2. Memiliki wawasan kewirausahaan.
3. Memiliki wawasan pengembangan kepribadian.
D. Ketrampilan Managerial dan Sikap
1. Memiliki apresiasi terhadap ilmu matematika dan aplikasinya
2. Menghargai proses sama pentingnya dengan output.
3. Memiliki ketekunan, kecermatan, dan kegigihan.
4. Mudah beradaptasi terhadap perubahan.
5. Memiliki kemandirian, motivasi, kreatifitas, etos kerja dan kepercayaan diri.
6. Menghargai waktu dan kerja keras.
7. Menjunjung tinggi norma, tata nilai, moral, agama, etika dan tanggung jawab profesional.
8. Mampu berkomunikasi secara aktif.
9. Mampu bekerjasama dengan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja.
10. Mampu bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu.
|